Sabtu, 14 November 2015

ETIKA BISNIS

ETIKA BISNIS


BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (bisnis). Kebenaran di sini yang dimaksud adalah etika standar yang secara umum dapat diterima dan diakui prinsip-prinsipya baik oleh masyarakat, perusahaan dan individu. Di dalam praktik bisnis tidak ada seorang pun yang ingin menderita rugi, karena laba merupakan basis kelangsungan hidup perusahaan. Pada kondisi bisnis yang penuh persaingan dewasa ini,  berbisnis secara etis sekaligus mencari laba maksimal sepertinya tidak mungkin dilakukan. Banyak pelaku bisnis yang meniggalkan etika yaitu melakukan perbuatan-perbuatan menyimpang dari nilai dan norma moral yang diterima umum dalam masyarakat.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.     Apa yang dimaksud dengan etika bisnis?
2.     Siapa saja pelaku dalam etika bisnis?
3.     Apa saja prinsip etika dalam berbisnis?
4.     Apa saja faktor-faktor pebisnis melakukan pelanggaran etika bisnis?
1.3 TUJUAN PENULISAN
1.     Untuk mengetahui pengertian etika bisnis
2.     Untuk mengetahui pelaku dalam etika bisnis
3.     Untuk mengetahu prinsip etika dalam berbisnis
4.     Untuk mengetahui faktor-faktor pebisnis melakukan pelanggaran etika bisnis
BAB II PEMBAHASAN
2.1PENGERTIAN ETIKA BISNIS
Kata etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat istiadat (kebiasaan). Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.
Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (bisnis). Kebenaran di sini yang dimaksud adalah etika standar yang secara umum dapat diterima dan diakui prinsip-prinsipya baik oleh masyarakat, perusahaan dan individu.
2.2 PELAKU DALAM ETIKA BISNIS
Bisnis melibatkan hubungan ekonomi dengan banyak kelompok orang atau organisasi yang dikenal sebagai stakeholders (pelanggan, tenaga kerja, stockholders, suppliers, pesaing, pemerintah dan komunitas. Oleh karena itu, para pebisnis harus mempertimbangkan semua bagian dari stakeholders dan bukan hanya stockholdernya saja. Pelanggan, penyalur, pesaing, tenaga kerja dan bahkan pemegang saham adalah pihak yang sangat sering berperan untuk kerberhasilan dalam berbisnis.
2.3 PRINSIP ETIKA DALAM BERBISNIS
1.     Prinsip Otonomi
Orang bisnis yang otonom sadar sepenuhnya akan apa yang akan menjadi kewajibannya dalam dunia bisnis. Ia akan sadar dengan tidak begitu saja mengikuti norma dan nilai moral yang ada, namun juga melakukan sesuatu karena tahu dan sadar bahwa hal itu baik, karena semuanya sudah dipikirkan dan dipertimbangkan secara masak-masak.
2.     Prinsip Kejujuran
Kejujuran merupakan modal utama untuk memperoleh kepercayaan dari mitra bisnisnya, baik berupa kepercayaan komersial, material, maupun moril.
3.     Prinsip keadilan
Prinsip ini menuntut agar setiap orang diperlakukan sesuai dengan aturan yang adil dan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Keadilan berarti tidak ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya.
4.     Prinsip saling menguntungkan
Prinsip ini menuntut agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan satu sama lain. Dalam dunia bisnis, prinsip ini menuntut persaingan bisnis haruslah bisa melahirkan suatu win-win situation.
5.     Prinsip Integritas Moral
Prinsip ini menyarankan dalam berbisnis selayaknya dijalan dengan tetap menjaga nama baiknya dan nama baik perusahaan.
2.4 FAKTOR-FAKTOR PEBISNIS MELAKUKAN PELANGGARAN ETIKA BISNIS
1.     Banyaknya kompetitor baru dengan produk mereka yang lebih menarik
2.    Kurangnya kesadaran moral utilarian (moral yang berkaitan dengan memaksimumkan hal terbaik bagi orang sebanyak mungkin)
3.     Menurunnya formalism etis (moral yang berfokus pada maksud yang berkaitan dengan perilaku dan hak tertentu)
4.     Pandangan yang salah dalam menjalankan bisnis (tujuan utama bisnis adalah mencari keuntungan semata, bukan kegiatan sosial)
5.     Kurangnya pemahaman tentang prinsip etika bisnis
6.     Rendahnya tingkat pendidikan, pengetahuan serta informasi mengenai bahan, material berbahaya
7.     Rendahnya tanggung jawab social atau CSR (Corporate Social Responsibility)
8.     Undang-undang atau peraturan yang mengatur perdagangan, bisnis dan ekonomi masih kurang
9.     Lemahnya kedudukan lembaga yang melindungi hak-hak konsumen

2.5 CONTOH PELANGGARAN ETIKA BISNIS
Pada tanggal 3 Februari 2009, Telkomsel diduga memanipulasi program “Talkmania” dengan tetap  menarik pulsa pelanggan namun program tersebut tidak diberikan. Salah seorang warga Medan, Mulyadi (37) di Medan, mengatakan, dalam iklannya, Telkomsel menjanjikan gratis menelepon ke sesama produk operator selular itu selama 5.400 detik (90 menit –red). Untuk mendapatkan layanan itu, pulsa pelanggan akan dikurangi Rp3 ribu setelah mendaftar melalui SMS “TM ON” yang dikirim ke nomor 8999 terlebih dulu namun, pelanggan sering merasa kecewa karena layanan itu selalu gagal dan hanya dijawab dengan pernyataan maaf disebabkan sistem di operator selular tersebut sedang sibuk dan disuruh untuk mencoba kembali. Tapi pulsa pelanggan sudah terpotong, dan ketika dicoba terus menerus hasilnya tetap juga gagal, sedangkan pulsa terus terpotong, katanya.
Warga Kota Medan yang lain, Ulung (34) mengatakan, penggunaan layanan Talkmania yang diiklankan Telkomsel itu seperti berjudi, kadang berhasil, kadang gagal, namun pulsa tetap ditarik. Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Farid Wajdi, SH, MHum mengatakan, layanan iklan Telkomsel itu dapat dianggap manipulasi karena terjadinya “misleading” atau perbedaan antara realisasi dengan janji. Pihaknya siap memfasilitasi dan melakukan pendampingan jika ada warga yang merasa dirugikan dan akan menggugat permasalahan itu secara hukum. Farid mengatakan, secara sekilas permasalahan itu terlihat ringan karena hanya mengurangi pulsa telepon selular masyarakat sebesar Rp3 ribu namun jika kejadian itu dialami satu juta warga saja dari sekian puluh juta pelanggan Telkomsel, maka terdapat dana Rp3 miliar yang didapatkan operator selular itu dari praktik manipulasi iklan tersebut.
Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) harus turun tangan dalam menangani hal itu agar masyarakat tidak terus dirugikan. Apabila ditemukan bukti adanya praktik manipulasi itu, diharapkan Depkominfo dan BRTI memberikan sanksi yang tegas agar perbuatan itu tidak terulang kembali. Menurutnya, semua peristiwa itu terjadi karena iklan operator selular selama ini sering menjebak, saling menjatuhkan dan tidak memiliki aturan yang jelas. Humas Telkomsel Medan, Weni yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap nomor pelanggan yang merasa dirugikan dalam layanan Talkmania tersebut. Ia mengatakan bahwa Telkomsel telah merefine atau mengembalikan pulsa ke nomor-nomor (handphone) yang gagal tersebut.
Analisis :
Kasus Telkomsel diatas termasuk dalam kecurangan atau pelanggaran kode etik dalam berbisnis yang berupa ingkar janji. Pihak Telkomsel ingkar janji dengan dengan pelanggan Telkomsel dengan memotong pulsa pelanggan tetapi tidak memberi fasilitas yang seharusnya didapat oleh si pelanggan. Kasus ini bisa dikatakan korupsi. Hal ini berhubungan dengan etika bisnis, jika pebisnis melakukan bisnisnya dengan jujur bisnis yang dijalankan akan terus berjalan dengan baik, sedangkan jika berlaku curang bisnis akan mudah jatuh. Seperti halnya Telkomsel ini, jika Telkomsel terus-terus berlaku curang secara perlahan pelanggan akan berlari ke operator lain, dan tidak dapat menambah pemasukan Telkomsel sehinnga akan bangkrut. Jika dibiarkan terus-menerus ini akan menjadi budaya kecurangan yang artinya dianggap biasa dilakukan dan akan terus melebar. Bisa saja terjadi kecurangan-kecurangan lain di promo Telkomsel yang lainnya. Apabila kecurangan ini tidak diadili dengan hukum atau tidak ditindaklanjuti, maka tidak akan memberikan dampak jera kepada Telkomsel. Seperti pernyataan diatas tadi bahwa tindakan ini bisa membuat kehilangan pelanggan Telkomsel dan dikhawatirkan akan ditiru oleh operator-operatir yang lainnya. Jaid hal ini termasuk kecurangan serius yang benar-benar harus ditindaklanjuti.



BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pelanggaran etika bisnis itu dapat melemahkan daya saing hasil industri dipasar internasional. Ini bisa terjadi sikap para pengusaha kita. Lebih parah lagi bila pengusaha Indonesia menganggap remeh etika bisnis. Kecenderungan makin banyaknya pelanggaran etika bisnis membuat keprihatinan banyak pihak. Pengabaian etika bisnis dirasakan akan membawa kerugian tidak saja buat masyarakat, tetapi juga bagi tatanan ekonomi nasional. Disadari atau tidak, para pengusaha yang tidak memperhatikan etika bisnis akan menghancurkan nama mereka sendiri dan negara.
Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.
Telkomsel melakukan manipulasi dalam iklan talkmania pelanggan telkomsel merasa telah di rugikan karena pihak telkomsel menjanjikan gratis menelepon ke sesama produk operator selular itu selama 5.400 detik, Tetapi hal itu tidak terlaksana. Pelanggan merasa kecewa karena setelah di coba hal itu selalu gagal dan mengurangi pulsa para pelanggan itu sendiri, Dengan kata lain pelanggan merasa di rugikan.
3.2 Saran
Sebaiknya para pelaku bisnis lebih memperhatikan keselamatan, kesejahteraan dan kesehatan baik para karyawannya maupun masyarakat disekitar perusahaan. Serta lebih mematuhi peraturan perundang-undnagan yang berlaku di Indonesia dan menjunjung tinggi norma dan etika yang berlaku dimasyarakat tidak semata-mata mementingkan keuntungan yang tinggi saja.

DAFTAR PUSTAKA
Murti Sumarni dan John Soeprihanto, 2003, Pengantar Bisnis (Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan), Edisi 5, Yogyakarta:Liberty
http://dion.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/35636/Konsep+Etika+Bisnis.docx
http://privateselv.blogspot.co.id/2014/10/etika-dalam-bisnis.html
https://nildatartilla.wordpress.com/2013/02/09/contoh-kasus-pelanggaran-etika-bisnis-oleh-pt-megasari-makmur/
http://ellvanni-etika-bisnis.blogspot.co.id/2014/11/contoh-kasus-pelanggaran-etika-bisnis.html

http://adityacrosmogear.blogspot.co.id/2013/10/artikel-kasus-pelanggaran-etika-bisnis.html

Sabtu, 17 Oktober 2015

Artikel Pengantar Bisnis

Artikel Pengantar Bisnis

Diajukan untuk memenuhi tugas
Pengantar bisnis




Disusun Oleh :

MOHAMMAD EMIR AKRAM KARTA ADIWIJAYA

NPM : 24215279
KELAS : 1EB02
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
Mata Kuliah : Pengantar Bisnis
Dosen : Ibu Titi Ayem Lestari



Tips Memulai Bisnis Usaha

Cara memulai bisnis usaha, lebih baik jadi kepala semut daripada ekor gajah. Begitu dalih para pengusaha. Berwirausaha memang sangat menggoda. Dengan sikap yang tepat, sukses bukan cuma impian. Kalau Anda melihat Bill Gates atau Mark Zuckenberg, pasti Anda tergiur dengan kekayaan mereka yang luar biasa. Tapi sadarkah Anda, bahwa mereka juga memulai semuanya dari usaha kecil mereka.
Dan tak satupun dari mereka yang menduga bakal mencetak keberhasilan seperti sekarang. Perusahaan pemula yang berubah menjadi perusahaan sukses bernilai miliaran bahkan triliunan, dalam dunia bisnis tak bedanya dengan pemenang lotere. Meletakkan semua uang Anda dan berharap mendapatkan jackpot, Anda justru bakalan terpuruk.
Berikut 10 aturan untuk memulai usaha kecil. Daftar ini lebih untuk membuat Anda menyadari kenyataan yang ada, ketimbang gila-gilaan mengejar impian terdahsyat Anda dalam berbisnis.
Lebih realistis
Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.
Jangan menginvestasikan uang sendiri
Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.
Perbudak diri sendiri
Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.
Hargai waktu
Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi. Rekrut karyawan dengan baik.
Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.
Jual kelebihannya, bukan harganya
Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.
Ketahui angka dasar
Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.
Gunakan teknologi terbaru
Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.
Perlakukan vendor dengan baik
Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.
Jadilah yang terbaik
Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar.




Sumber : http://artikelbisnisusaha.blogspot.co.id/

Proposal Pengantar Bisnis

Proposal Pengantar Bisnis

Proposal usaha Pangkas Rambut Setia Abadi
Diajukan untuk memenuhi tugas
Pengantar bisnis



Disusun Oleh :

MOHAMMAD EMIR AKRAM KARTA ADIWIJAYA

NPM : 24215279
KELAS : 1EB02
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
Mata Kuliah : Pengantar Bisnis
Dosen : Ibu Titi Ayem Lestari



KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan proposal bisnis pangkas rambut ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga saya berterima kasih pada Ibu Titi Ayem Lestari selaku Dosen mata kuliah Pengantar Bisnis yang telah memberikan tugas ini kepada saya.

Saya sangat berharap proposal ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai aspek-aspek dalam berbisnis, salah satunya dalam bisnis pangkas rambut ini. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan dan jauh dari apa yang saya harapkan. Untuk itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan.

Saya memilih usaha pangkas rambut sebagai usaha dikarenakan usaha tersebut termasuk usaha yang unggul dan menjanjikan pada saat ini. Hal ini disebabkan karena pangkas rambut sangat dibutuhkan oleh orang banyak, terutama bagi kalangan remaja laki-laki yang ingin terlihat gaya rambutnya seperti idola-idola mereka yang berada di luar negeri maupun di Indonesia. Kebutuhan ini akan meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan perkembangan zaman modern dan teknologi yang semakin canggih serta model rambut yang memiliki gaya yang cukup bervariasi.

Dengan adanya layanan pangkas rambut modern ini, saya dapat memberikan peluang bisnis yang cukup besar dan keuntungan yang menjanjikan, baik bagi pemilik pangkas rambut ataupun konsumen.

Semoga proposal sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang cukup sebagai perbaikan untuk penulisan saya kedepannya.



Penyusun




DAFTAR ISI
JUDUL PENULISAN……………………………………………..i
KATA PENGATAR………………………………………………ii
DAFTAR ISI……………………………………………………...iii

BAB I. PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG…………………………………………….....                 
B.   MAKSUD DAN TUJUAN………………………………………….                
C.   KEBUTUHAN SDM………………………………………….........                 
BAB II. PROFIL PERUSAHAAN
A.   NAMA USAHA…………………………………………………......
B.   RENCANA LOKASI USAHA…………………………………......
C.   TARGET PELANGGAN………………………………………........
D.   KEUNGGULAN KAMI…..…..………………………………….....
E.   HARGA JASA…………….……………………………………......
BAB III. FAKTOR USAHA DAN ANALISIS                                          
A.  FAKTOR PENGHAMBAT USAHA……………………………....                 
B.  FAKTOR PENDUKUNG USAHA……………………………......                 
C.  ANALISIS SWOT…..................................................................                 
BAB IV. ASPEK KEUANGAN
A.  MODAL…………………………………………………………......                
B.  PERKIRAAN PENDAPATAN PENGELUARAN........................                
BAB V. PENUTUP
A.  STRATEGI PROMOSI…………………………………………......                      
B.  KESIMPULAN………………………………………………………               








BAB I PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Fashion dan style zaman sekarang sudah banyak digandrungi oleh masyarakat kita khususnya
oleh para remaja, dengan begitu kebutuhan sarana dan prasarana pun semakin diperlukan untuk
memenuhi keinginan masyarakat dalam mengikuti trend yang ada khususnya dalam gaya
rambut.

B.    MAKSUD & TUJUAN
Maksud didirikan usaha ini adalah agar bisa melayani permintaan konsumen tentang gaya
rambut yang terus menambah dengan seiringnya waktu dan berkembangnya dunia fashion &
style di Indonesia maupun luar negeri. Maksud dari pendirian tersebut adalah sebagai :

Tujuan Sosial:
·         Ikut ambil dalam memodernsasikan masyarakat sekitar.
·         Melayani permintaan pelanggan untuk bisa bergaya rambut rapi atau sesuai keinginan.
·         Membuka lapangan kerja baru bagi yang ingin menyalurkan bakatnya khususnya dalam pangkas rambut.

Tujuan Komersial:
·         Mendapatkn Profit yang banyak
·         Sebagai lahan usaha.

C.    KEBUTUHAN SDM
Untuk mendirikan usaha tersebut dibutuhkan tenaga ahli antara lain :
·         Tenaga Ahli Pangkas Rambut
·         Tenaga ahli listrik
·         Tenaga Ahli Dekorasi Ruangan/bangunan.
Dari uraian kebutuhan SDM diatas, kami akan memenuhi semua kecuali tenaga ahli pangkas rambut. Kami hanya membuka pendaftaran kerja dan mentraining para tenaga ahli pangkas rambut.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                
BAB II PROFIL PERUSAHAAN
A.    NAMA USAHA
Usaha yang akan dikembangkan diberi nama “Pangkas Rambut SETIA ABADI”.
B.    RENCANA LOKASI USAHA
Rencana lokasi operasional usaha akan ditempatkan didaerah yang memenuhi syarat sebagai berikut :
·         Jalan Margonda No. 110 Ruko Indah Permai
·         Lokasi dekat dengan kawasan pendidikan yaitu universitas dan sekolah menengah kejuruan maupun sekolah menengah teknik.
·         Lokasi berada di pusat keramaian.
·         Lokasi berada ditengah kawasan penduduk.
·         Dilokasi belum ada Pangkas rambut dalam radius 1 KM.
·         Lokasi berada dekat dengan pada perumahan penduduk.
C.    TARGET PELANGGAN
 Target pelanggan Pangkas Rambut ini adalah : pelajar, pemuda, serta masyarakat disekitarnya. Khususnya pelajar, mereka sering merapihkan dan memotong rambutnya rutin karena dengan adanya peraturan sekolah yang mewajibkan siswa berpenampilan rapih juga dalam bergaya rambut.
D.   KEUNGGULAN KAMI
1. Kami menargetkan untuk bekerjasama dengan pihak sekolah terdekat untuk mengkoordinasikan siswanya untuk dicukur di Tempat kami.
2.Kami mempunyai tenaga ahli yang tidak hanya lihai dalam pangkas rambut namun juga dalam pelayanan dengan memijat refleksi setelah pangkas rambut.
3.Fasilitas yang kami berikan antara lain fasilitas AC 3/4 PK, kursi cukur 8 unit, bangku tunggu panjang 4 unit, cermin besar 4 unit, lemari, meja 4 unit, peralatan cukur 8 set lengkap, sign board, dispenser,coffee maker, tea pot (setiap cukur gratis kopi/teh)
E. HARGA JASA
-Dewasa : Rp. 15.000     -Remaja : Rp. 13.000     -Anak-anak : Rp. 10.000               -Botak : Rp. 15.000
-Kumis, Jenggot dan refleksi : Rp 16.000              -Cukur dan refleksi 6 menit : Rp. 15.000             
-Tatto rambut : Rp. 20.000         -New Hairstyle : Rp. 17.000       -Sesuai Permintaan : Rp. 18.000
                                                                                                                                                                                                
BAB III FAKTOR USAHA DAN ANALISIS
Setiap usaha yang dijalankan, pasti ada yang sukses dan ada yang belum sukses seperti halnya usaha ini. Ada beberapa hal yang menurut saya akan menghambat dan sangat mendukung dalam menjalankan usaha ini.
A.    FAKTOR PENGHAMBAT USAHA
diantaranya :
Banyaknya usaha yang sama
Tapi saya sudah merencanakan untuk memecahkan masalah faktor penghambat tersebut diantaranya yaitu dengan berhati–hati dalam mengelola setiap anggaran dana yang akan dikeluarkan. Sedangkan untuk mengatasi faktor yang kedua, yakni harga bahan baku tidak stabil, saya menyiasatinya dengan membeli bahan baku langsung kepada petani setempat agar memperoleh harga yang lebih murah.
B.    FAKTOR PENDUKUNG USAHA
diantaranya :
·         Kondisi tempat, dan peralatan yang nyaman.
·         Biaya potong yang relatif terjangkau pelajar maupun masyarakat.
C.    ANALISIS SWOT
·         Strength (kekuatan)
Memiliki SDM dengan etos kerja yang baik.
Biaya potong rambut ekonomis.
·         Weakness (kelemahan)
Kurangnya modal untuk menjalankan bisnis ini.
·         Opportunity (peluang/kesempatan)
Mitra kerja yang banyak.
Setiap Sekolah sekarang menghendaki berpotongan rapi.
·         Threat ( hambatan)
Banyaknya kompetitor yang bergerak dibidang yang sama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                
BAB IV ASPEK KEUANGAN
A.    MODAL
Peralatan yang akan digunakan dalam salon pangkas rambut ini adalah :
1 Set Alat Cukur
Kursi, Selimut, Dan Cermin
Dan Lainnya
Berikut Perinciannya :
Modal :
1.Sewa Ruko 2 lantai untuk 1 tahun Rp. 19.000.000
2.Pemasangan Instalasi Listrik Rp. 1.500.000
3.Perizinan Rp. 2.000.000
4.Peralatan
No
Nama
Satuan
Harga
1
Kaca Cermin besar
4 unit
2.000.000
2
Kursi cukur
8 unit
3.000.000
3
Bangku tunggu panjang
4 unit
2.000.000
4
Lemari
1 unit
200.000
5
Meja
4 unit
800.000
6
Alat cukur rambut
8 set
5.000.000
7
Dispenser
1 unit
200.000
8
Coffe
1 unit
300.000
9
Televisi
1 unit
1.000.000
10
AC 3/4 PK
4 unit
5.000.000
Biaya Operasional :
1.       Gaji Pekerja handal 7 orang                Rp. 7.000.000
2.       Listrik                                                            Rp. 1.000.000
Total Keseluruhan    Rp. 50.000.000
Modal yang saya butuhkan untuk medirikan potong rambut ini plus biaya operasional adalah Rp 50.000.000,-
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               
B.    PERKIRAAN PENDAPATAN DAN PENGELUARAN

Perkiraan Pendapatan Kotor (Bruto):
Buka Dari Jam 09.00 s.d. 21.00  = 12 Jam
Perkiraan Pelanggan Per Hari     = 25 Pelanggan
Perkiraan Pendapatan Per Hari   = 25 x 15000 (Harga minimal pangkas)
                                                                =Rp. 375.000
Perkiraan Pendapatan Per Bulan       = Rp. 375.000 x 31
Total Laba Kotor                               = Rp. 11.625.000

Perkiraan Pengeluaran :
– Listrik                                           =Rp. 600.000/bulan
– Gaji Pekerja                                 =Rp. 7.000.000/bulan
– Coffe                                            =Rp. 100.000/bulan
Total Pengeluaran                           =Rp. 7.700.000/bulan

Perkiraan Pendapatan Bersih/Bulan:
Pendapatan Kotor                = Rp. 11.625.000
Pengeluaran                         = Rp. 7.700.000
Laba Bersih                         = Rp. 3.925.000/bulan

Perkiraan Pendapatan per tahun= Rp. 3.925.000 x 12 bulan
                                                   = Rp. 47.100.000

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                

BAB V PENUTUP


A.    STRATEGI PROMOSI
Strategi yang akan kami jalankan pada usaha ini antara lain :
Memperhatikan mutu dalam pelayanan serta memanjakan pelanggan dengan fasilitas yang kami sediakan seperti cofee maker namun tetap murah meriah.

B.    KESIMPULAN
Menurut saya usaha ini dapat berkembang dan akan mencapai keberhasilan. Saya sangat yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus berkembang karena dilakukan oleh orang–orang yang mempunyai kualitas dalam menjalankan setiap pekerjaan. Saya sadar bahwa usaha ini tak akan langsung berkembang pesat tapi saya akan terus berjuang untuk terus menjalankan dan mengembangkan usaha ini.
Demikian proposal yang saya buat, semoga langkah ini dapat turut andil dalam mencerdaskan bangsa
dan memberikan lapangan pekerjaan dan memajukan ekonomi Indonesia. Terimakasih.